BPPP Ambon Luncurkan Simulator Maritim dan 16 Klinik Halal, Perkuat SDM Perikanan Indonesia Timur. Ini Harapan Walikota Ambon 

Berita, Nasional121 Dilihat

TM.COM, AMBON, 21 Agustus 2026 — Balai Pelatihan dan Penyuluhan Perikanan (BPPP) Ambon meluncurkan penggunaan perdana fasilitas navigation simulator dan engine simulator, sekaligus membuka 16 Klinik Halal yang tersebar di wilayah kerja Indonesia Timur, Jumat (21/8/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Aula BPPP Ambon tersebut juga dirangkaikan dengan pengukuhan 84 penyuluh kelautan dan perikanan sebagai pendamping proses produk halal serta penandatanganan sejumlah kerja sama dengan pemerintah daerah, perguruan tinggi, SMK perikanan, dan mitra terkait.

Kepala BPPP Ambon, Abu Bakar, mengatakan kehadiran simulator menjadi langkah penting dalam meningkatkan kompetensi sumber daya manusia sektor kelautan dan perikanan, khususnya di kawasan Indonesia Timur.

“Fasilitas ini diharapkan dapat menjadi pusat peningkatan kompetensi dan penyiapan tenaga kerja maritim yang memenuhi standar nasional maupun internasional,” ujarnya.

Menurut Abu Bakar, BPPP Ambon menjadi salah satu unit pelaksana teknis yang mendapat kesempatan untuk mengembangkan fasilitas pelatihan berstandar internasional. Ke depan, pembangunan fasilitas pelatihan akan terus diperkuat guna membuka peluang kerja yang lebih luas, termasuk di luar negeri.

Selain pengembangan fasilitas pelatihan, BPPP Ambon juga mendorong peningkatan kompetensi bahasa asing bagi calon tenaga kerja. Program tersebut akan dikolaborasikan dengan pemerintah daerah dan instansi terkait sebagai bagian dari persiapan tenaga kerja Maluku untuk memasuki pasar kerja internasional.

Dalam kesempatan itu, Abu Bakar juga menyampaikan bahwa sebanyak 84 penyuluh kelautan dan perikanan telah mengikuti pelatihan pendampingan proses produk halal. Para penyuluh tersebut selanjutnya akan memberikan pendampingan kepada pelaku usaha dalam pengurusan sertifikasi halal.

Sebanyak 16 Klinik Halal pun resmi dioperasikan untuk melayani pelaku usaha, terutama UMKM pengolahan hasil perikanan. Layanan tersebut mencakup konsultasi, penyusunan dokumen hingga pendampingan penerbitan sertifikat halal secara gratis.

“Target awal kami adalah membantu 100 pelaku usaha untuk memperoleh fasilitasi sertifikasi halal. Kami ingin memastikan produk olahan perikanan tidak hanya memenuhi standar halal, tetapi juga memiliki daya saing untuk masuk ke pasar modern hingga ekspor,” kata Abu Bakar.

Wali Kota Ambon, Bodewin M. Wattimena, mengapresiasi langkah tersebut. Menurutnya, peluncuran simulator dan Klinik Halal menjadi momentum penting untuk memperkuat kualitas sumber daya manusia serta mendorong UMKM di sektor kelautan dan perikanan agar naik kelas.

Ia menilai pendampingan yang terintegrasi, mulai dari peningkatan kapasitas produksi, pengembangan usaha hingga pemenuhan aspek kehalalan, sangat penting untuk meningkatkan daya saing produk masyarakat.

“Pemerintah Kota Ambon terus berkomitmen memberikan dukungan kepada pelaku UMKM, termasuk melalui pelatihan, fasilitasi perizinan dan sertifikasi halal, bantuan pengembangan usaha, hingga akses pasar,” ujar Wattimena.

Sementara itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan, Dr. Nyoman Radiarta, mengatakan peluncuran simulator di BPPP Ambon merupakan langkah awal untuk membangun pusat pengembangan SDM kelautan dan perikanan di Indonesia Timur.

Ia menyebut pengembangan fasilitas di Ambon akan terus dilakukan pada tahun mendatang. Menurutnya, keberadaan sarana modern harus diikuti dengan pemanfaatan maksimal dan kolaborasi bersama pemerintah daerah, perguruan tinggi, SMK, serta berbagai pemangku kepentingan.

“Yang terpenting bukan hanya membangun fasilitas, tetapi bagaimana fasilitas tersebut dimanfaatkan untuk melatih sebanyak mungkin SDM dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” kata Nyoman.

Dengan hadirnya simulator maritim dan 16 Klinik Halal, BPPP Ambon diharapkan semakin memperkuat perannya sebagai pusat pelatihan, sertifikasi, pendampingan usaha, dan pengembangan sumber daya manusia kelautan dan perikanan di kawasan Indonesia Timur. (*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *