Digitalisasi Bansos di Ambon Diperkuat, Wali Kota Pastikan Bantuan Tepat Sasaran

Berita, Pemkot Ambon124 Dilihat

TM.COM, Bodewin M. Wattimena menegaskan komitmen Pemerintah Kota Ambon untuk memperbaiki sistem penyaluran bantuan sosial (bansos) melalui digitalisasi data penerima agar bantuan benar-benar tepat sasaran.

Dalam keterangannya di Balai Kota Ambon, Selasa (12/5/2026), Wali Kota mengatakan sebanyak 650 agen telah dilatih untuk melakukan pendataan penerima bansos sesuai ketentuan yang berlaku. Sistem tersebut nantinya akan terintegrasi dengan data kependudukan melalui Nomor Induk Kependudukan (NIK).

“Selama ini persoalan bansos adalah penerima yang tidak tepat sasaran. Kita ingin penerima bansos adalah mereka yang benar-benar membutuhkan,” ujar Wattimena.

Ia menjelaskan, melalui sistem digital tersebut, data penerima akan memuat informasi pekerjaan, penghasilan, dan identitas penerima sehingga potensi kesalahan maupun penyalahgunaan bantuan dapat diminimalisir.

Menurutnya, digitalisasi juga menjadi langkah untuk menghilangkan praktik kedekatan keluarga maupun hubungan tertentu dalam penyaluran bantuan sosial.

“Kalau sistemnya sudah terintegrasi, tidak mungkin orang yang tidak berhak bisa menerima bantuan,” katanya.

Selain membahas bansos, Wattimena juga menyoroti persoalan perizinan pembangunan di Kota Ambon. Ia menegaskan pemerintah tidak akan memberikan izin pembangunan yang tidak sesuai ketentuan teknis.

“Kalau tidak memenuhi syarat, jangan dipaksa diberi izin. Semua harus melalui pertimbangan teknis OPD terkait,” tegasnya.

Terkait kondisi cuaca ekstrem, Wali Kota mengungkapkan terdapat satu titik longsor besar di kawasan Kudhihu serta sejumlah titik longsor kecil lainnya akibat hujan berintensitas tinggi yang melanda Kota Ambon.

Pemerintah Kota Ambon, lanjutnya, terus mengimbau masyarakat untuk waspada terhadap potensi bencana seperti longsor dan pohon tumbang, terutama bagi warga yang tinggal di lereng bukit maupun dekat pepohonan besar.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar mengurus Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) sebelum membangun rumah guna menghindari risiko di kemudian hari.

Sementara itu, terkait proses seleksi Sekretaris Kota (Sekot) Ambon, Wattimena menyebut seluruh tahapan seleksi telah selesai dan kini tinggal menunggu laporan panitia seleksi terkait tiga nama calon terbaik.

“Kalau tiga besar sudah disampaikan, baru dipilih satu. Semua yang masuk tiga besar memenuhi syarat,” pungkasnya. (Om)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *