TRISULAMALUKU.COM, AMBON — Konsultasi Nasional (Konas) 4 Mutiara Nusantara resmi dibuka di Gereja Maranatha, Ambon, Maluku, Jumat (28/11/2025). Ajang tahunan ini mempertemukan gereja-gereja dan lembaga pelayanan Kristen dari berbagai wilayah Indonesia untuk memperkuat kolaborasi dalam merespons beragam persoalan sosial bangsa.
Sekretaris Umum Transformation Connection Indonesia (TCI), Sheila Herawati, menyebut Konas sebagai forum strategis lintas denominasi untuk membahas isu-isu besar seperti kemiskinan, pendidikan, hingga ekonomi.
“Ini adalah forum di mana gereja-gereja dan lembaga-lembaga pelayanan Kristen berkumpul khusus untuk mendiskusikan persoalan-persoalan seperti kemiskinan, pendidikan, ekonomi, dan sebagainya,” ujar Sheila usai kegiatan pembukaan.
Konas Mutiara Nusantara tahun ini merupakan penyelenggaraan keempat. Forum pertama digelar di HKBP, Sumatera Utara, kemudian berlanjut di Jakarta pada 2023, Balikpapan pada 2024, dan kini Ambon menjadi tuan rumah melalui Gereja Protestan Maluku (GPM).
Sekitar 60 lembaga dari 18 provinsi hadir dalam pertemuan ini. Sheila menegaskan bahwa semangat utama Konas adalah saling menolong dan menguatkan antar-gereja dalam menghadapi tantangan bangsa.
“Tujuannya adalah memperkuat kolaborasi, di mana yang kuat menolong yang lemah, sehingga persoalan-persoalan bangsa bisa direspons secara bersama,” tambahnya.
Menanggapi berbagai persoalan kebangsaan, termasuk isu intoleransi di sejumlah daerah, TCI menerapkan strategi pentahelix. Pendekatan ini mendorong kerja sama gereja dengan lima unsur: pemerintah, akademisi, korporasi, media, serta komunitas masyarakat.
“Kita cari stakeholder terkait, lalu kita diskusikan dan kolaborasikan siapa melakukan apa, siapa bantu apa,” jelas Sheila.
Konas 4 juga menjadi momentum peluncuran perdana Mutiara Nusantara Award, bentuk apresiasi bagi para pelaku transformasi sosial yang berkontribusi nyata di masyarakat.
“Tujuannya untuk menginspirasi pelaku kegiatan transformasi. Agar usaha dan pengorbanan mereka mendapat apresiasi dan memotivasi lebih banyak orang bekerja di hal yang sama,” ujar Sheila.
Meski telah disiapkan beberapa kategori—termasuk Pejabat Publik Inspiratif dan Penggerak Pendidikan Inspiratif—panitia memutuskan tidak mengumumkan nominasi tahun ini karena belum menemukan kandidat yang dinilai benar-benar relevan.
Sheila berharap ke depan jumlah nominasi bertambah dan lebih banyak tokoh maupun lembaga terdorong mengambil peran dalam gerakan transformasi sosial yang diusung Mutiara Nusantara.
Dengan semangat kolaborasi dan kerja bersama, Konas 4 diharapkan menjadi pendorong nyata bagi gereja-gereja di Indonesia untuk hadir lebih kuat dalam menjawab tantangan bangsa. (Om)












