Maluku Jadi Inspirasi ASEAN, Karakter “Halirasa Bintarasa” Resmi Masuk Kurikulum Sekolah

Berita, Pemda Maluku16 Dilihat

TM.COM.  – Pemerintah Provinsi Maluku mempertegas komitmennya dalam menjaga kerukunan antarumat beragama dengan mengintegrasikan nilai-nilai kearifan lokal ke dalam sistem pendidikan. Langkah ini diambil untuk memperkuat persaudaraan sejati sekaligus menyongsong visi Indonesia Emas 2045.

Dalam konferensi pers yang digelar di Kantor Gubernur Maluku, Kamis (12/2/2026), Sekretaris Daerah Maluku, Sadali Ie, menekankan bahwa transformasi daerah harus dimulai dari pembangunan karakter pendidik dan siswa.

“Pembangunan Maluku Baru dimulai dari karakter yang baru. Kita akan memasukkan nilai-nilai luhur seperti Halirasa Bintarasa dan semangat Potong di Kuku Rasa di Daging sebagai suplemen atau insersi dalam kurikulum di tingkat SMA, SMK, dan SLB,” ujar Sadali.

Langkah ini bertujuan agar perbedaan agama, ras, dan suku tidak lagi menjadi sekat pemisah, melainkan kekayaan yang menyatukan masyarakat dalam bingkai persaudaraan sejati.

Model Kerukunan Dunia
Di tempat yang sama, Direktur Eksekutif Institut Leimena, Matius Ho, memberikan apresiasi tinggi terhadap kolaborasi pemerintah daerah dan lembaga pendidikan di Maluku. Menurutnya, Maluku kini bukan sekadar simbolisme, melainkan model nyata kerukunan beragama yang diakui internasional.

“Keberhasilan Maluku dalam menjaga kohesi sosial kini menjadi strategi versi ASEAN untuk 20 tahun ke depan. Tahun lalu, pemerintah Bangsa Moro bahkan datang langsung ke sini untuk mempelajari bagaimana Maluku mengelola kemajemukan,” ungkap Matius.

Sinergi Menuju Indonesia Emas
Seminar dan penguatan literasi ini merupakan perwujudan nyata untuk mendukung program nasional yang selaras dengan visi pimpinan daerah. Pemerintah berharap peran media dapat membantu menyebarluaskan pentingnya nilai persaudaraan ini hingga ke seluruh pelosok provinsi.

“Kita ingin memastikan bahwa setiap anak Maluku memiliki karakter agung yang siap membawa nama baik daerah di kancah nasional maupun internasional,” tutup Sadali.

Acara yang berlangsung di lantai 7 Kantor Gubernur ini turut dihadiri oleh koordinator khusus, Pak Farid, serta jajaran Dinas Pendidikan Provinsi Maluku yang berkomitmen mengawal implementasi kurikulum karakter tersebut di sekolah-sekolah. (*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *