TM.COM, AMBON – Ketua DPD Partai Golkar Kota Ambon terpilih versi Musda di Swiss-Belhotel, Ely Toisutta, menegaskan pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) X Golkar Kota Ambon pada Sabtu (10/10/2026) sah dan telah berjalan sesuai mekanisme serta aturan organisasi.
Ely menyatakan siap menghadapi gugatan dari pihak-pihak yang menolak hasil Musda. Menurutnya, seluruh tahapan telah dilaksanakan berdasarkan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART), petunjuk pelaksanaan (juklak), peraturan organisasi (PO), serta ketentuan internal partai.
“Katong sudah melalui tahapan demi tahapan sesuai aturan. Saya kira biarkanlah ini berlalu,” ujar Ely kepada wartawan usai Musda.
Ia menjelaskan, kehadiran perwakilan DPD I Golkar Maluku dalam Musda merupakan bagian dari proses organisasi yang disertai mandat dari kepengurusan tingkat provinsi.
Menanggapi aksi demonstrasi sejumlah kader yang mempersoalkan pelaksanaan Musda dan menuding dirinya menghalalkan segala cara untuk menjadi ketua, Ely membantah tuduhan tersebut. Ia menegaskan, penunjukannya sebagai Pelaksana Tugas (Plt) disertai tanggung jawab untuk menuntaskan tahapan organisasi, melakukan konsolidasi, dan berkoordinasi dengan pengurus hingga tingkat kecamatan.
Ely mempersilakan kader yang keberatan menempuh mekanisme resmi partai untuk menyampaikan aspirasi dan membuktikan keberatan mereka.
“Kalau ada kader yang merasa tidak senang atau kurang puas, silakan. Partai ini punya ruang musyawarah untuk menyampaikan aspirasi,” tegasnya.
Terkait polemik Musda pada 30 April yang disebut sejumlah pihak berstatus diskors, Ely meminta persoalan tersebut dikonfirmasi langsung kepada DPD I Golkar Maluku karena berada di luar kewenangannya untuk memberikan penjelasan.
Meski menghadapi penolakan, Ely menegaskan tetap membuka ruang rekonsiliasi dan bersedia mengakomodasi kader yang ingin bersama-sama membesarkan Golkar Kota Ambon dalam kepengurusan mendatang.
“Kami siap 100 persen menghadapi gugatan. Katong sudah terbiasa melalui dinamika-dinamika seperti ini,” kata Wakil Wali Kota Ambon tersebut.
Ely berharap perbedaan pandangan dalam Musda tidak memperbesar perpecahan internal, melainkan menjadi momentum memperkuat konsolidasi dan persatuan kader Partai Golkar di Kota Ambon. (*






