Petani Lansia di Aboru Diduga Jadi Korban Pengeroyokan, Dua Orang Dilaporkan

Berita92 Dilihat

TM.COM, AMBON – Seorang petani lanjut usia berinisial Y.N. (68) diduga menjadi korban pengeroyokan di Aboru, Kecamatan Haruku, Kabupaten Maluku Tengah, Rabu (19/8/2026) sekitar pukul 15.00 WIT.

Akibat dugaan kekerasan tersebut, korban dilaporkan mengalami memar dan pembengkakan pada bagian wajah. Menurut keterangan keluarga kepada media ini, kondisi tersebut terlihat setelah korban mengalami insiden kekerasan.

Korban kemudian melaporkan peristiwa tersebut kepada kepolisian pada Jumat (21/8/2026). Laporan diterima melalui SPKT Polresta Ambon/Polda Maluku dan tercatat dalam Surat Tanda Penerimaan Laporan (STPL).

Keluarga korban mengungkapkan, dalam laporan kepolisian, Y.N. menyebut dua orang yang diduga berkaitan dengan kejadian tersebut, masing-masing berinisial F.S. dan A.N. alias A.

Berdasarkan keterangan dalam laporan, korban mengaku mendapat pemukulan pada bagian wajah. Pukulan tersebut disebut mengenai area bawah mata kiri dan kanan hingga menyebabkan memar serta pembengkakan. Korban juga mengaku merasakan sakit pada bagian belakang tubuh setelah kejadian.

Atas dugaan kekerasan tersebut, korban memilih menempuh jalur hukum dengan melaporkannya kepada aparat kepolisian. Keluarga menyatakan langkah tersebut ditempuh agar dugaan tindak kekerasan yang dialami korban dapat diproses sesuai ketentuan hukum, jelasnya.

Laporan tersebut selanjutnya menjadi dasar bagi kepolisian untuk melakukan penyelidikan. Proses hukum diharapkan dapat mengungkap kronologi secara utuh, termasuk mengklarifikasi keterangan korban, pihak yang dilaporkan, serta saksi dan alat bukti yang berkaitan dengan perkara.

Keluarga korban berharap kepolisian menangani perkara tersebut secara profesional dan objektif sehingga peran masing-masing pihak dapat ditentukan berdasarkan fakta serta alat bukti yang diperoleh selama penyelidikan.

“Kami berharap kasus ini diproses sesuai hukum dan fakta yang ada,” pungkasnya. (*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *