QRIS Makin Diminati di Maluku, 177.973 Pengguna Tercatat hingga Juni 2026. Ini Kata Walikota

Berita, Pemkot Ambon132 Dilihat

TM.COM, AMBON — Transformasi digital sistem pembayaran terus diperkuat di Provinsi Maluku, khususnya Kota Ambon. Bank Indonesia (BI) Perwakilan Provinsi Maluku bersama Pemerintah Kota Ambon mendorong perluasan penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) sebagai bagian dari penguatan ekosistem ekonomi dan keuangan digital.

Komitmen tersebut disampaikan dalam Closing Ceremony Pekan QRIS Nasional (PKN) Provinsi Maluku 2026 yang digelar di Jalan Pattimura, Kota Ambon, Sabtu (15/8/2026).

Kepala Perwakilan BI Provinsi Maluku, Surya Alamsyah, mengatakan QRIS telah menjadi salah satu inovasi penting dalam sistem pembayaran nasional karena menawarkan transaksi yang cepat, mudah, murah, aman, dan andal.

“Memasuki usianya yang ketujuh tahun, QRIS kini telah memasuki tahap usage, yaitu semakin luasnya penggunaan QRIS dalam aktivitas sehari-hari masyarakat,” ujar Surya.

Hingga Juni 2026, jumlah pengguna QRIS di Maluku tercatat mencapai 177.973 pengguna, sementara jumlah merchant mencapai 117.636 merchant. Angka tersebut meningkat dibandingkan tahun sebelumnya.

Menurut Surya, pertumbuhan tersebut tidak terlepas dari sinergi BI dengan pemerintah daerah, perbankan, lembaga keuangan, pelaku usaha, komunitas, serta masyarakat.

Rangkaian PKN 2026 juga mencakup kegiatan edukasi yang menjangkau hampir 1.000 pelajar dan masyarakat umum. Selain itu, kegiatan olahraga bersama BI, KORMI, dan komunitas yoga berhasil mengakuisisi lebih dari 150 pengguna QRIS baru dengan sekitar 5.000 transaksi QRIS.

Dari sisi sosial, kegiatan juga diwujudkan melalui pemeriksaan terhadap 50 anak dalam program penanganan stunting serta donor darah yang diikuti 95 peserta.

Pemkot Ambon Dorong Digitalisasi UMKM
Wali Kota Ambon Bodewin M. Wattimena menegaskan bahwa transformasi digital bukan lagi pilihan, melainkan bagian penting dari kehidupan masyarakat.

Menurutnya, QRIS memberikan kemudahan transaksi sekaligus membuka peluang bagi UMKM untuk memperluas pasar dan meningkatkan efisiensi usaha.

“Jangan hanya berpikir bagaimana menjual produk kita hari ini, tetapi pikirkan bagaimana produk tersebut dapat dikenal lebih luas, dipasarkan secara digital, dan mampu bersaing di masa depan,” kata Bodewin.

Pemkot Ambon berkomitmen mendorong penggunaan QRIS tidak hanya di pusat kota, tetapi juga di pasar tradisional, UMKM, usaha kreatif, komunitas, dan berbagai sektor pelayanan masyarakat.

Bodewin juga mengajak generasi muda agar tidak sekadar menjadi pengguna teknologi, tetapi mampu memanfaatkannya untuk menciptakan peluang baru.

Ia berharap semangat PKN 2026 dapat dilanjutkan melalui penggunaan QRIS dalam aktivitas transaksi sehari-hari sekaligus mendukung UMKM lokal.

“QRIS bukan sekadar alat pembayaran, tetapi merupakan bagian dari langkah kita menuju ekonomi yang inklusif dan modern,” tegasnya.

Menutup kegiatan, Surya Alamsyah mengajak masyarakat Maluku semakin terbiasa menggunakan QRIS.
“Mari katong pakai QRIS! QRIS-nya satu, menangnya banyak!” serunya.

Dengan pertumbuhan pengguna dan merchant yang terus meningkat, QRIS diharapkan semakin memperluas inklusi keuangan, memperkuat UMKM, serta mempercepat transformasi ekonomi digital di Maluku. (*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *