TM.COM, AMBON — Wali Kota Ambon meresmikan Tugu Peringatan Tsunami Ambon 1950 sekaligus instalasi sistem peringatan dini banjir di Balai Negeri Hative, Kota Ambon, Sabtu (5/9/2026).
Dalam sambutannya, Wattimena mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga fasilitas peringatan bencana yang telah dibangun. Menurutnya, keberadaan fasilitas tersebut sangat penting untuk membantu masyarakat bersiap menghadapi bencana.
“Kalau kejadian itu terjadi, kita tidak bisa menghindari. Tetapi paling tidak kita bisa menyelamatkan jiwa masyarakat dari bencana itu,” ujar Wattimena.
Ia mengatakan, pemerintah tidak dapat bekerja sendiri dalam upaya mitigasi bencana. Karena itu, kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk mitra dari Jepang dan Bandung, dinilai penting untuk memperkuat kesiapsiagaan masyarakat Kota Ambon.
Wattimena juga menyoroti pentingnya menjaga berbagai fasilitas publik dari aksi vandalisme. Ia meminta masyarakat tidak merusak atau mengambil bagian dari fasilitas yang telah dibangun untuk kepentingan bersama.
“Tidak perlu masyarakat bikin apa-apa, cukup menjaganya saja,” katanya.
Menurutnya, sistem peringatan dini diharapkan dapat menjadi “penolong” bagi masyarakat ketika bencana terjadi. Dengan adanya peringatan lebih awal, warga dapat segera meningkatkan kewaspadaan dan melakukan langkah penyelamatan apabila kondisi air telah mencapai tingkat yang membahayakan.
Pemerintah Kota Ambon, lanjut Wattimena, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam pembangunan dan pelaksanaan kegiatan tersebut.
Ia berharap kerja sama lintas daerah dan negara dapat terus dilakukan untuk meningkatkan perlindungan masyarakat dari ancaman bencana.
“Melalui kerja keras kita bersama, teman-teman dari Jepang, dari Bandung, dan dari mana pun, bisa berkontribusi bagi masyarakat Kota Ambon,” ujarnya.
Peresmian kemudian ditandai dengan pembukaan secara resmi Tugu Peringatan Tsunami Ambon 1950 dan instalasi sistem peringatan dini banjir. Wattimena berharap fasilitas tersebut dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya dalam meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi bencana. (*









