Walikota Ambon Dorong Program Musik Diperluas ke Semua Sekolah di Ambon

TM.COM, AMBON – Wali Kota Ambon Bodewin M. Wattimena mendorong program pendidikan musik yang selama ini diterapkan secara percontohan di 10 sekolah agar diperluas ke seluruh sekolah di Kota Ambon.

Hal itu disampaikan Bodewin saat diwawancarai di lantai 5 Hotel Manise, Ambon, Kamis (24/9/2026).

Menurutnya, program piloting yang telah berjalan di 10 sekolah perlu diimbaskan agar seluruh sekolah memiliki kesempatan mengembangkan pembelajaran musik.

“Yang saya inginkan adalah kita imbaskan, kita perluas, kita pastikan semua sekolah bisa melakukannya,” ujar Bodewin.

Ia mengakui, salah satu kendala utama dalam perluasan program tersebut adalah ketersediaan guru atau pelatih musik. Namun, Pemkot Ambon menyiapkan skema alternatif dengan melibatkan pelatih musik secara nonpermanen.

Pelatih nantinya dapat datang ke sekolah pada waktu yang telah ditentukan untuk memberikan pelatihan selama sekitar dua jam dan mendapatkan insentif. Skema tersebut dinilai lebih fleksibel dibandingkan harus menambah guru tetap.

“Kita pakai sistem seperti les. Jam sekian datang pelatihnya ke sekolah, dua jam dia latih, kemudian kita kasih semacam insentif,” jelasnya.

Bodewin menegaskan, pengembangan pendidikan musik merupakan investasi jangka panjang. Ia berharap dalam 10 hingga 20 tahun mendatang, Kota Ambon mampu melahirkan lebih banyak pemusik dan pemain musik berkualitas.

Menurutnya, hasil dari program tersebut tidak dapat diukur secara instan karena membutuhkan proses pembinaan, latihan, kompetisi, serta pembangunan semangat dan minat anak-anak terhadap musik.

“Tidak ada yang bisa dicapai dalam waktu singkat, secara instan. Kita mesti berinvestasi, melatih anak-anak, membangun semangat, berkompetisi, sehingga pada waktunya mereka menjadi anak-anak yang hebat,” katanya.

Program GASI dan Kaderisasi Guru.
Selain pendidikan musik, Bodewin juga menyinggung keberlanjutan program GASI yang sebelumnya dikembangkan melalui kerja sama dengan Kementerian Dalam Negeri dan Kementerian Pendidikan.

Program tersebut diarahkan untuk meningkatkan kemampuan numerasi siswa melalui metode belajar yang lebih menyenangkan.

Namun, pelaksanaannya kini menghadapi tantangan efisiensi anggaran. Karena itu, Pemkot Ambon mempertimbangkan pola kaderisasi agar program tetap dapat berjalan dengan sumber daya yang tersedia.

Bodewin menjelaskan, guru-guru yang sebelumnya telah mendapatkan pelatihan dapat menjadi pengajar bagi guru lainnya. Selanjutnya, guru yang telah memperoleh pengetahuan tersebut meneruskannya kepada para siswa.

“Jadi itu seperti estafet, dioper terus. Istilah yang paling tepat mungkin kaderisasi,” ujarnya.

Ia menambahkan, keberlanjutan program tersebut akan sangat bergantung pada kesiapan sumber daya manusia dan kemampuan anggaran Pemerintah Kota Ambon.

“Kalau kita punya ketersediaan SDM untuk itu cukup, tinggal bicara soal anggaran,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *