Walikota Ambon Tegaskan Jabatan Bukan Tempat Cari Nyaman: Pejabat Harus Berani Hadapi Masalah

Berita, Pemkot Ambon90 Dilihat

TM.COM, Wali Kota Ambon Bodewin M. Wattimena menegaskan bahwa jabatan bukanlah ruang untuk mencari kenyamanan, melainkan amanah yang harus dijalankan dengan integritas, keberanian, dan tanggung jawab.

Penegasan itu disampaikan Bodewin saat memberikan sambutan pada acara pengambilan sumpah/janji dan pelantikan pejabat administrator serta pejabat pengawas di lingkungan Pemerintah Kota Ambon Tahun 2026 di Pattimura Park, Jumat (11/9/2026).

Bodewin mengatakan, pejabat yang diberikan amanah harus mampu menghadapi persoalan, menjalankan aturan secara konsisten, serta mencari solusi atas berbagai tantangan pelayanan masyarakat.

“Kalau mau ada dalam zona nyaman, mau bekerja cuma di hal-hal yang biasa-biasa saja, tidak perlu jadi pejabat,” tegasnya.

Ia juga menjelaskan bahwa proses penempatan pejabat dilakukan melalui mekanisme yang berlaku dengan mengedepankan objektivitas dan merit system. Usulan pejabat, kata dia, berasal dari pimpinan OPD yang mengetahui kapasitas dan kinerja bawahannya.

“Jangan tanya beta dengan Ibu Wakil Wali Kota, dengan Pak Sekda. Tanya pimpinan OPD yang mengusulkan saudara,” ujarnya.

Menurut Bodewin, penataan birokrasi merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kota Ambon mewujudkan salah satu dari 17 program prioritas, yakni membangun birokrasi yang berkapasitas, andal, serta bersih dari korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN).

Selain pengisian jabatan struktural, Pemkot Ambon juga memperkuat personel hingga tingkat kelurahan dan kecamatan. Bodewin menargetkan setiap kelurahan memiliki sekitar tujuh hingga 10 pegawai agar pelayanan publik dapat berjalan lebih optimal.

“Ujung tombak pelayanan kita ada pada kelurahan-kelurahan,” katanya.

Kepada pejabat yang baru dilantik, Bodewin menekankan pentingnya integritas. Menurutnya, integritas tercermin dari kesesuaian antara ucapan, aturan, dan tindakan.
“Bicara A, bikin A. Kalau aturan bilang A, kerja ikut A. Itu orang berintegritas,” tegasnya.

Ia mengajak seluruh pejabat menjadikan masa pengabdian sebagai kesempatan untuk memberikan kontribusi nyata bagi Kota Ambon. Jabatan, kata Bodewin, pada akhirnya akan berakhir, tetapi hasil kerja dan pengabdian akan menjadi bagian dari sejarah pemerintahan.
“Kalau mau jadi pelaku sejarah yang baik, saatnya ini bekerja,” tandasnya.

Bodewin meminta seluruh pejabat menjalankan tugas sesuai tugas pokok dan fungsi (tupoksi), tidak takut menghadapi persoalan, serta menempatkan kepentingan masyarakat sebagai prioritas utama. (*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *