Sekot Ambon Buka Diskusi Publik, Dorong Kolaborasi Atasi Kemacetan Kota

Berita, Pemkot Ambon98 Dilihat

TM.COM, AMBON – Sekretaris Kota Ambon Robert Sapulette mewakili Wali Kota Ambon membuka Diskusi Publik “Katong Peduli Ambon Manise Bebas Macet” yang digelar di Ruang Rapat Kantor Gubernur Maluku, Selasa (15/9/2026).

Kegiatan tersebut digelar dalam rangka memperingati Hari Perhubungan Nasional (Harhubnas) 2026, sekaligus menjadi forum untuk membahas persoalan kemacetan dan kepadatan lalu lintas di Kota Ambon.

Dalam sambutannya, Robert mengatakan peningkatan aktivitas pemerintahan, perekonomian, pendidikan, perdagangan dan kegiatan sosial masyarakat telah mendorong meningkatnya mobilitas orang dan barang di Kota Ambon.

Kondisi tersebut, kata dia, mulai berdampak pada kepadatan di sejumlah ruas jalan, terutama pada waktu-waktu tertentu.

“Permasalahan kemacetan ini adalah persoalan yang bersifat multidimensional dan tidak dapat diselesaikan oleh satu instansi saja,” ujar Robert.

Menurutnya, penanganan kemacetan membutuhkan sinergi antara Pemerintah Kota Ambon, Pemerintah Provinsi Maluku, Kementerian Perhubungan melalui unit pelaksana teknis di daerah, kepolisian, operator angkutan umum, akademisi, pelaku usaha, serta masyarakat.

Robert berharap diskusi publik tersebut tidak berhenti pada pertukaran gagasan, tetapi menghasilkan pemetaan persoalan dan alternatif solusi yang dapat ditindaklanjuti secara bersama.

“Tujuan kita jelas, agar dapat mengurai kemacetan, meningkatkan pelayanan transportasi dan mewujudkan Kota Ambon yang lebih tertib, aman dan nyaman,” katanya.

Diskusi menghadirkan sejumlah narasumber dari unsur kepolisian dan akademisi, di antaranya Dirlantas Polda Maluku Kombes Pol Dedy Eka Jaya Helmi, Kepala Pusat Studi Transportasi Universitas Pattimura Prof. Dr. Ir. Marcus Toekan, BSE, MT, serta Direktur Pascasarjana UKIM Prof. Dr. John Ruhulesin, M.Si.
Turut hadir unsur DPRD Provinsi Maluku dan DPRD Kota Ambon, Pemerintah Provinsi Maluku, instansi vertikal, BPTD Kelas II Maluku, operator angkutan umum, asosiasi transportasi, pelaku usaha, akademisi, tokoh masyarakat, pengguna jalan, pengemudi angkutan barang, pedagang serta insan pers.

Robert kemudian secara resmi membuka Diskusi Publik “Katong Peduli Ambon Manise Bebas Macet” dengan harapan forum tersebut menjadi langkah awal membangun sistem transportasi Kota Ambon yang lebih baik dan berkelanjutan. *

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *